Halaman

    Social Items

Showing posts with label Ayam. Show all posts
Showing posts with label Ayam. Show all posts
Cara beternak Ayam Pelung dan penanganannya ketika terserang wabah penyakit

Ayam Pelung merupakan ayam lokal yang berkembang di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi (Jawa Barat). Ayam Pelung memiliki postur tubuh besar dan tegap dengan tembolok yang tampak menonjol. Kakinya panjang, kokoh dan bagian pahanya berdaging tebal.

Ayam Pelung jantan memiliki jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi dan berwarna merah cerah. Sedangkan ayam Pelung betina juga memiliki jengger, tapi tidak sebesar jengger ayam jantan.

Ayam Pelung jantan dewasa memiliki bobot tubuh sekitar 3,5 - 5,5 Kg, sedangkan bobot tubuh ayam Pelung betina hanya sekitar 2,5 - 3,5 Kg.

Ayam Pelung belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Tapi ayam ini cukup populer di daerah Cianjur dan Sukabumi karena ayam Pelung berasal dari kedua daerah tersebut.

Menurut para pakar ayam Pelung, keberadaan ayam Pelung sudah dikenal oleh masyarakat Cianjur dan Sukabumi lebih dari satu abad yang lalu.

Ayam Pelung merupakan jenis ayam khas dan langka yang banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan atau kelangenan bagi masyarakat Cianjur dan Sukabumi.

Keistimewaan ayam Pelung ada pada suara kokoknya yang panjang dan merdu. Menurut penggemar ayam ini, kata "Pelung" berasal dari kata "Melewung" (bahasa Sunda) yang artinya adalah suara besar yang mengalun panjang dan menggema. Ayam Pelung jantan jika berkokok biasanya lehernya terlihat melengkung panjang ke bawah dan bahkan ada yang sampai menyentuh tanah.

Bagi masyarakat Cianjur, suara kokok ayam Pelung merupakan penanda bahwa waktu sholat Subuh telah tiba. Ada juga sebagian masyarakat yang percaya bahwa memelihara ayam Pelung dapat mendatangkan rejeki, keberuntungan, ketentraman, dan kebahagiaan hidup jika ayam Pelung dirawat dengan baik.

Karena itu, ayam Pelung menjadi ciri khas daerah Cianjur yang dilestarikan dan dikembangkan sebagai salah satu hewan unggul asli Indonesia.

Ayam Pelung memiliki tiga sifat genetik yang unggul, yaitu memiliki suara kokok yang panjang mengalun, memiliki pertumbuhan yang cepat, dan memiliki postur tubuh yang besar. Secara fisik, ayam Pelung memang terlihat besar, beratnya bisa mencapai 5 - 6 kg untuk ayam jantan dewasa dan tingginya sekitar 40 - 50 Cm.

Dengan kelebihannya itulah ayam Pelung sering dikonteskan untuk dinilai bentuk fisiknya, warna bulu dan suaranya. Pada mulanya kontes ayam Pelung hanya diselenggarakan antara sesama komunitas penggemar ayam Pelung saja.

Seperti halnya burung Perkutut atau burung kicauan lainnya, ayam jago Pelung juga dikonteskan dengan menitik beratkan penilaian pada alunan suaranya. Tapi saat ini hampir semua aspek sudah mendapat penilaian dalam kontes, antara lain: kontes suara khusus untuk jago ayam Pelung, kontes penampilan dan bobot tubuh.

Pada acara kontes ayam Pelung tersebut selain diadakan lomba adu suara dan lainnya, juga menjadi arena bursa penjualan dari anak ayam sampai ayam dewasa, dari usia 0 s/d 1 bulan (jodoan), usia 3 bulan (sangkal), usia 6 s/d 7 bulan (jajangkar), sampai pada ayam Pelung yang sudah jadi (siap kontes).

Dengan demikian lomba/kontes ayam Pelung sekaligus menjadi bursa penjualan, promosi dan sosialisasi khusus ayam Pelung. Melalui acara semacam ini para pembeli, penjual dan penggemar bisa mendapatkan bibit maupun induk yang berkualitas dan juga tambahan pengetahuan tentang segala hal mengenai ayam Pelung yang sangat bermanfaat dari sesama peternak dan penggemar ayam Pelung.

Secara fisik sebetulnya ayam Pelung tidak terlalu berbeda dengan ayam kampung biasa, yang menjadi ciri khas dan keunikannya adalah suara kokoknya. Jika ayam ini dirawat dan dilatih dengan baik, maka akan menghasilkan suara kokok yang merdu didengar. Ada ayam Pelung yang berkokok dengan suara panjang, ada yang berirama dan ada juga yang bersuara unik di tengah kukurannya.

Dalam beternak ayam Pelung, permasalahan yang sering dihadapi adalah penyediaan bibit ayam Pelung yang unggul. Untuk memilih calon bibit unggul, kita harus mengetahui dulu ciri-ciri bibit ayam Pelung yang unggul.

Berikut ini ciri-ciri bibit ayam Pelung unggul:

• Sehat, aktif dan tidak memiliki cacat fisik serta nafsu makannya besar.

• Otot gempal dan kuat, terutama dibagian paha dan dada.

• Susunan bulunya rapi, padat dan tampak mengkilat. Karena kondisi bulu yang baik mencerminkan kondisi kulit yang sehat.

• Mata cerah dan tatapannya tajam.

• Gerakannya gesit dan lincah.

• Ukuran tubuhnya sedang, tidak kurus dan tidak terlalu gemuk.

• Induk jantan memiliki jengger yang berwarna merah cerah dengan kepala tampak kokoh.

• Paruh pendek, tajam dan bersih.

• Jarak ujung tulang dada dengan dubur minimal tiga jari tangan.

Cara merawat ayam Pelung:

Cara merawat ayam Pelung sebetulnya tidak berbeda jauh dengan perawatan ayam kampung lainnya, hanya saja karena ayam Pelung dipelihara untuk dinikmati suaranya, maka dibutuhkan perawatan khusus agar dapat menghasilkan suara yang bagus.

Oleh karena itu, ayam Pelung harus diberikan pakan yang bergizi seperti jagung yang sudah di lembutkan dan beras merah. Selain diberikan pakan utama berupa jagung dan beras merah, ayam Pelung juga perlu diberikan pakan tambahan seperti ikan, belut, kodok sawah, keong, dan lainnya sebagai asupan protein.

Selain harus diberikan pakan yang bernutrisi, ayam Pelung juga perlu latihan pernafasan setiap pagi dan sore dengan cara rutin berolahraga agar bisa berkokok lebih panjang.

Jenis-jenis penyakit yang sering menyerang ayam Pelung:

• Tetelo

Penyakit tetelo merupakan penyakit ayam yang sangat berbahaya dan sulit ditanggulangi. Penularannya dapat melalui berbagai media, antara lain:

- Kontak langsung antara ayam yang sehat dengan ayam yang sakit.

- Tempat pakan dan minum yang kurang bersih, sehingga mudah terjangkit virus dan bakteri penyebab tetelo.

- Kondisi kandang yang kotor dan lembab.
Tingkat kematian akibat penyakit ini sangat tinggi, sekitar 10-100%.

  • Pilek (snot)

Penyebab penyakit ini adalah bakteri Hemophilus galiarum. Penularannya dapat melalui berbagai media, antara lain:

- Kontak langsung antara ayam yang sehat dengan ayam yang sakit.

- Melalui udara, debu, pakan dan perlengakapan dalam kandang yang kurang bersih.

- Kondisi kandang yang kotor, lembab dan tidak mendapat sinar matahari.

Tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit ini juga sangat tinggi.

• Berak darah (Coccidiocis)

Penyakit berak darah dapat menyerang ayam segala umur. Penularannya dapat terjadi melalui:

- Binatang lain seperti tikus, burung, ayam liar yang masuk kedalam kandang yang membawa bibit penyakit.

- Melaui tempat pakan dan minum yang kurang bersih.

• Sesak nafas

Sesak nafas disebabkan oleh bakteri "Mycroplasma gallisepticum". Penyakit ini menyerang organ-organ pernafasan sehingga ayam akan kesulitan untuk bernafas.

• Berak Kapur

Berak kapur disebabkan oleh bakteri "Salmonella pullorum". Penyakit ini lebih sering menyerang anak ayam dan ayam muda. Penularan penyakit ini bisa melalui:

- Telur

- Kontak langsung antara ayam yang sehat dengan ayam yang sakit.

- Peralatan penetasan dan peralatan kandang yang kurang bersih.

Cara menanggulangi penyakit pada ayam Pelung:

- Untuk menghindari kemungkinan terjadinya penularan penyakit, kita harus segera mengkarantina ayam yang sakit.

- Segera berikan obat yang tepat sesuai dengan gejalanya.

- Menjaga kebersihan kandang, pakan, air minum, beserta perlengkapannya seperti tempat pakan dan minumnya.

Demikian informasi tentang cara beternak ayam Pelung dan penanganannya ketika terserang wabah penyakit. Untuk informasi lain seputar ayam Pelung, dapat dibaca pada artikel MBLUKNET lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Cara beternak Ayam Pelung dan penanganannya ketika terserang wabah penyakit

Panduan lengkap cara ternak ayam pedaging ini bisa diaplikasikan untuk ayam broiler, ayam kampung dan ayam jenis lainnya dengan tujuan penggemukan. Ayam potong atau yang biasa disebut sebagai ayam pedaging (broiler) adalah ayam ras yang memiliki pertumbuhan sangat cepat sehingga masa panennya lebih cepat.

Ternak ayam potong/ayam pedaging berbeda dengan ternak ayam kampung. Ayam potong sangat mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya sangat rendah. Karena itulah dalam beternak ayam potong (broiler) diperlukan perawatan yang intensif agar bisa sukses.

Berikut ini langkah-langkah dalam beternak ayam potong:

• Menentukan lokasi kandang

Dalam menentukan lokasi kandang ternak ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

~ Idealnya lokasi kandang ternak ayam potong berada agak jauh dari pemukiman warga, dekat/memiliki sumber air, memiliki akses jalan masuk minimal untuk kendaraan roda dua, dan usahakan posisi kandang memanjang dari arah timur ke barat agar cukup mendapatkan sinar matahari.

~ Memiliki sirkulasi udara yang baik dan juga harus memperhatikan suhu udara di dalam kandang.

Suhu didalam kandang harus disesuaikan dengan umur ayam yang menempatinya, dan berikut ini skema suhu dalam kandang sesuai dengan umur ayam potong:

- Untuk ayam potong usia 1-7 hari suhunya nerkisar antara 34-32°C.

- Untuk ayam potong usia 8-14 hari suhunya berkisar antara 29-27°C.

- Untuk ayam potong usia 15- 21 hari suhunya berkisar antara 26-25°C.

- Untuk ayam potong usia 21-28 hari suhunya berkisar antara 24-23°C.

- Untuk ayam potong usia 29-35 hari suhunya berkisar antara 23-21°C.

• Tipe kandang

Kandang ayam potong yang sering digunakan oleh para peternak adalah tipe panggung dan lantai atau litter. Masing-masing tipe kandang tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

- Untuk kandang tipe panggung, akan membuat ayam lebih bersih dari kotoran karena kotorannya langsung jatuh kebawah kandang. Kelemahannya adalah dalam proses pembuatannya yang lebih sulit dan membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan tipe kandang yang melantai.

- Untuk kandang tipe litter/lantai perawatannya akan lebih rumit karena setiap satu kali masa panen, sekam yang menjadi alas kandang perlu diganti atau dikeringkan lagi untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel.

Tapi belum ada bukti empirik bahwa tipe kandang dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, maupun kesehatan ayam potong karena tipe kandang melantai maupun tipe kandang panggung sama-sama baik untuk ayam potong asalkan kebersihannya selalu dijaga, memiliki struktur yang baik, cukup mendapat sinar matahari dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Kebersihan kandang harus selalu dijaga, untuk kandang panggung, kotoran yang berbau menyengat dapat dihilangkan dengan ditaburi kapur. Sedangkan untuk kandang lantai/litter, bau kotoran yang menyengat dapat dihilangkan dengan menaburkan sekam/ampas bekas gergaji.

• Pemilihan bibit

Sebagai peternak ayam potong/ayam pedaging, bibit bisa diperoleh dari pihak supplier yang dibeli per box dengan isi 100 ekor dan biasanya ditambah fee 2-5 ekor per box.

Adapun cara mengetahui ciri-ciri bibit unggul ayam broiler bisa dilihat dari bentuk tubuhnya yang bulat, lincah bergerak, memiliki mata jernih, hidung bersih, anus bersih, bulu bersih dan tidak memiliki cacat fisik.

• Pemeliharaan DOC ayam potong

DOC ayam potong dimasukkan dalam kandang yang sudah dihangatkan menggunakan lampu. Berikan air hangat 1-2 cc/liter sebagai air minumnya dengan ditambahkan vitamin berupa VITERNA Plus untuk mengembalikan kondisi fisik ayam kampung setelah cukup lama berada didalam box dan kelelahan dalam perjalanan.

Berikan pakan dalam bentuk butiran-butiran kecil yang sebagian di taburkan pada permukaan lantai yang telah diberi alas kertas karton atau kertas koran. Ganti kertas setelah permukaannya lembab atau basah dan kotor.

Tempat pakan harus diletakkan pada tempat yang mudah dijangkau dengan mudah oleh semua DOC ayam potong.

Jika ayam sering bergerombol berarti suhu kandang terlalu dingin, segeralah berikan lampu pijar untuk menghangatkannya, dan jika ayam-ayam menjauh dari lampu berarti suhunya terlalu panas, sebaiknya posisi lampu dinaikkan sedikit ke atas.

Berikutnya perhatikan dinding kandang dan sirkulasi udara yang masuk. Usahakan jangan terlalu terbuka khusus untuk ayam yang masih dalam tahap pertumbuhan pada minggu ke-1 sampai minggu ke-3.

• Pemberian pakan

Pakan yang berkualitas harus memiliki kandungan nutrisi yang lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Dalam bternak ayam potong, pemberian pakan tidak boleh dibatasi, pakan dan air minum harus selalu terisi. Berbeda dengan ayam kampung yang bisa diberi makan pada pagi dan sore hari saja.

Bagi peternak pemula, tidak perlu direpotkan dengan pemberian pakan, atau sibuk mencari formula pakan, karena pakan ayam potong mudah didapatkan di toko-toko penjual alat dan obat-obatan ternak.

Pakan merupakan bagian terpenting dalam pemeliharaan ayam potong. Hampir 70% keberhasilan dalan panen ayam potong dengan bobot ideal terletak pada pemberian pakan yang memenuhi standart.

Untuk ternak ayam potong (broiler), pemberian pakan dibagi menjadi dua kategori berdasarkan usia dan pertumbuhan ayam potong, yaitu:

• Tahap pertama/tahap starter

Tahap ini adalah pemberian pakan untuk ayam potong usia 1-20 hari atau usia 1 hari sampai usia 3 minggu.

Pada tahap ini kualitas atau kandungan gizi pada pakan yang diberikan harus meliputi:
- Protein 22-24%
- Lemak 2,5%
- Serat kasar 4%
- Kalsium (Ca) 1%
- Phospor (P) 0,7-0,9%
- Energi (ME): 2800-3500 kkal/kg makanan.

• Tahap finisher

Tahap finisher yaitu pemberian pakan untuk ayam potong usia 21 hari sampai masa panen.

Pada tahap ini kualitas atau kandungan gizi pada pakan ayam poyong harus meliputi:
- Protein 18,1-21,2%
- Lemak 2,5%
- Serat kasar 4,5%
- Kalsium (Ca) 1%
- Phospor (P) 0,7-0,9%
- Energi (ME): 2900-3400 kkal/kg.

Sedangkan untuk kuantitas konsumsi pakan ayam potong adalah sebagai berikut:

- Minggu ke-1 (1-7 hari) 17 gram/ekor/hari.
- Minggu ke-2 (8-14 hari) 43 gram/ekor/hari.
- Minggu ke-3 (15-21 hari) 66 gram/ekor/hari.
- Minggu ke-4 (22-28 hari) 91 gram/ekor/hari.
- Minggu ke-5 (29-35 hari) 111 gram/ekor/hari.
- Minggu ke-6 (36-42 hari) 129 gram/ekor/hari.
- Minggu ke-7 (43-49 hari) 146 gram/ekor/hari.
- Minggu ke-8 (50-56 hari) 161 gram/ekor/hari.

Keseluruhan jumlah pakan per ekor ayam potong pada usia 1-56 hari adalah 5.349 gram pakan/ekor/hari.

• Vaksinasi

Pemberian vaksin pada ayam potong umumnya dilakukan 2 kali dalam satu kali periode pemeliharaan. Pemberian vaksin pertama dilakukan ketika ayam potong berusia 4 atau 5 hari dan vaksinasi yang kedua dilakukan pada ayam potong umur 21 hari.

Pemberian vaksin yang pertama dilakukan dengan cara diteteskan pada mata ayam. Sedangkan pemberian vaksin yang kedua dilakukan dengan cara suntik pada bagian dada ayam.

Tujuan pemberian vaksin yaitu untuk melemahkan pertumbuhan atau membunuh bibit penyakit pada ayam potong (broiler). Vaksinasi meliputi ND/tetelo, ND Strain B1 dan ND lasotta.

• Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang ayam potong

Tetelo

Gejalanya ditandai dengan megap-megap, nafsu makan menurun, mencret dan sering berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah beberapa hari muncul gejala syaraf, kaki lumpuh, leher terkilir dan ayam berputar-putar kemudian mati.

Pencegahan:

Ayam yang terkena tetelo sebaiknya segera dipisahkan dengan ayam-ayam lainnya karwna dapat menulari ayam-ayam yang lain.

Sampai saat ini belum ada obat khusus yang manjur untuk mengobati penyakit tetelo. Untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat segera divaksin ulang dan lantai kandang harus dijaga agar tetap bersih dan kering.

Gumboro

Penyakit ini disebabkan oleh virus golongan Reovirus yang menyerang sistem kekebalan dan daya tahan tubuh. Gejalanya di awali dengan menurunnya nafsu makan, terdapat luka pada dubur ayam, diare dan tubuh menggigil.

Penularan penyakit ini secara langsung bisa melalui kotoran dan penularan tidak langsung bisa melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar.

Pencegahan: Berikan vaksin gumboro.

Penyakit ngorok

Penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum ini gejalanya yaitu ayam sering bersin dan beringus serta terdengar ngorok saat bernapas.

Pada ayam muda, penyakit ini akan menyebabkan tubuh menjadi lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau atau kuning keputih-keputihan.

Penularan penyakit ini bisa melalui pernapasan dan lendir atau melalui peralatan kandang yang sudah tercemar. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.

Pencegahan:

Pisahkan ayam yang terkena penyakit ngorok dengan ayam-ayam lainnya yang masih sehat, kemudian berikan air minum yang sudah diberi obat.

Berak kapur

Gejala dari penyakit berak kapur yaitu ayam mengalami diare dan setelah kotorannya mengering akan menjadi serbuk putih menyerupai kapur. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.

Pencegahan:

Pisahkan ayam yang terkena berak kapur dan berikan air minum yang sudah diberi obat.

Demikian informasi tentang "Panduan lengkap ternak ayam potong untuk pemula". Untuk informasi lain seputar Ayam Konsumsi, dapat dibaca pada artilel MBLUKNET yang lain.

Panduan ternak ayam pedaging/broiler

Panduan lengkap ternak ayam potong untuk pemula

Agar ayam aduan seperti jenis bangkok, birma, Vietnam dan lain sebagainya bisa tampil maksimal harus di persiapkan dan di rawat sejak dini atau masih anakan

 


Agar ayam aduan seperti jenis bangkok, birma, Vietnam dan lain sebagainya bisa tampil maksimal harus di persiapkan dan di rawat sejak dini atau masih anakan agar nantinya ketika sudah siap terjun ke lapangan menjadi Ayam Petarung yang kuat dan tangguh.

Anakan Ayam Bangkok yang di rawat dengan asal-asalan tidak akan memiliki tulangan dan otot yang kuat, berbeda dengan anakan Ayam Bangkok yang dirawat dan dilatih dari kecil akan memiliki tulang-tulang dan otot yang sempurna yang akan menjadikannya kuat dan tangguh setelah dewasa.

Sebagus-bagusnya Ayam Bangkok jika tidak memiliki tulangan yang baik maka akan mudah kalah karena dalam pertarungan membutuhkan tadah atau daya tahan dalam menerima pukulan lawan.

Ayam Bangkok yang di rawat dan dilatih sejak kecil akan memiliki tadah yang kuat, berbeda dengan Ayam Bangkok yang tidak dirawat dengan baik, daya tahannya akan melemah secara drastis jika menerima pukulan lawan, bahkan Ayam tersebut akan terlihat seperti kehabisan tenaga setelah mendapat pukulan lawan.

Merawat Ayam Bangkok anakan tidaklah sulit, yang sering mejadi kendala adalah biaya perawatannya karena Ayam Bangkok yang di rawat dengan sungguh-sungguh dari kecil membutuhkan biaya lebih banyak di bandingkan dengan anakan Ayam Bangkok yang di rawat seadanya atau hanya asal bisa hidup saja.

Untuk merawat anakan Ayam Bangkok tentunya memerlukan kandang yang baik. Kandang yang ideal untuk anakan Ayam Bangkok bisa berbentuk panggung atau kandang dengan alas tanah atau pasir. Kandang anakan Ayam Bangkok sebaiknya di tempatkan pada lokasi yang sejuk, tidak lembab, dan mendapat sirkulasi udara serta sinar matahari pagi yang cukup.

Perawatan anakan Ayam Bangkok sebaiknya dimulai dari induknya terlebih dahulu dengan cara diberikan pakan yang mengandung nutrisi dan protein yang cukup.

Sebaiknya indukan Ayam Bangkok di rawat dalam kandang yang agak luas, berpasir dan terdapat rerumputan. Indukan Ayam Bangkok sebaiknya diberikan pakan berupa voer khusus untuk Ayam Bangkok atau bisa juga voer untuk Ayam Pedaging yang di campur dengan sedikit bekatul. Untuk air minumnya dicampur vitachick sampai indukan mengeram.

Perawatan anakan Ayam Bangkok sejak dini bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan otot dan tulangan yang kuat agar setelah dewasa nanti Ayam tersebut menjadi petarung yang kuat dan tangguh.

Berikut ini tahapan-tahapan perawatan anakan Ayam Bangkok agar menjadi petarung yang tangguh:

• Anakan Ayam Bangkok yang baru menetas sebaiknya di kurung dengan induknya selama 2 minggu dan diberi pakan voer 591. Air minum juga harus selalu tersedia. Jika lokasi kandang kurang mendapat sinar matahari pada pagi hari sebaiknya air minumnya di campur dengan vitachick agar kebutuhan vitamin anakan Ayam Bangkok dapat terpenuhi.

• Anakan Ayam Bangkok mulai dilepas pada kandang bebas setelah berusia sekitar 2 minggu. Biarkan anak Ayam Bangkok di bimbing oleh indukannya, dan kalau bisa anakan Ayam Bangkok di asuh/di ikutkan dengan indukan Ayam Kampung karena indukan Ayam Kampung lebih pandai merawat anakannya.

Sebelum dilepas di kandang umbaran, anakan Ayam Bangkok diberi pakan voer 591 pada pagi hari, dan pada sore harinya anakan Ayam Bangkok di tangkap lagi untuk diberi pakan voer 591. Sedangkan untuk indukannya bisa diberi pakan berupa bekatul untuk menguragi biaya perawatan.

• Anak Ayam Bangkok dilepas dengan indukannya selama kurang lebih 1-2 bulan, dan setelah itu anakan Ayam Bangkok dipisahkan dari induknya untuk di rawat didalam kandang khusus. Sebaiknya kandang untuk anak Ayam Bangkok berbentuk panggung karena kotoran Ayam bisa langsung jatuh kebawah.

• Dalam merawat anakan Ayam Bangkok, yang terpenting adalah pemberian pakan. Pakan untuk anakan Ayam Bangkok harus seimbang antara kebutuhan protein 20%, abu 7%, serat 6%. Untuk lebih baiknya menggunakan voer yang berkode 591 karena memiliki kandungan nutrisi yang lengkap.

Tambahkan vitamin pada air minumnya, misalnya saja "vitachik" karena dapat membantu pertumbuhan tulang menjadi lebih optimal.

• Setelah anakan Ayam Bangkok berusia 4 bulan, bisa mulai dilepas dalam kandang bebas berpasir, untuk pemberian pakannya dapat di campur dengan sedikit bekatul untuk mengurangi biaya perawatan.

• Setelah anakan Ayam Bangkok berusia 6-7 bulan, Ayam Bangkok mulai dirawat dengan perawatan khusus dan pakan khusus untuk pembentukan otot-ototnya dan mulai di latih bertarung pada usia 7 bulan.

Kelebihan dari merawat anakan Ayam Bangkok seperti di atas adalah untuk mencetak tulang dan otot-ototnya agar menjadi kuat dan tahan banting supaya setelah dewasa dapat menjadi petarung yang tangguh.

Dengan melepas anakan Ayam Bangkok bersama induknya, selain dapat melatih otot-ototnya menjadi lebih kuat juga akan membuat tubuh Ayam Bangkok lebih ramping, berotot dan tidak kendor. Keuntungan lainnya yaitu anakan Ayam Bangkok tidak mengalami pertumbuhan sayap yang gotang/selap.

Cara Merawat Ayam Petarung Bangkok, Birma, Vietnam dan Lain Sebagainya Sejak Dini

Untuk memulai ternak ayam hutan tentu anda harus memiliki trik-trik khusus agar kedepanya peternakan yang anda kelola bisa sukses menghasilkan. Ayam hutan banyak dipelihara karena memiliki suara kokok yang khas dan memiliki penampilan fisik yang indah. Tapi sayangnya masih sangat jarang peternak yang mau menangkarkan ayam hutan, padahal minat masyarakat terhadap ayam hutan cukup tinggi.

Selama ini stok ayam hutan yang ada dipasaran sebagian besar masih mengandalkan ayam hutan liar tangkapan dari hutan. Padahal jika memelihara ayam hutan dari anakan, nantinya akan lebih cepat jinak dan cepat berkokok daripada ayam hutan liar yang memerlukan waktu adaptasi lebih lama.
Untuk beternak ayam hutan memang tidak semudah beternak ayam jenis lain karena ayam hutan merupakan ayam hasil tangkapan dari alam liar atau hutan sehingga memiliki sifat yang liar dan takut dengan Manusia. Ayam hutan cenderung lebih giras, tidak bisa diam, bahkan bersifat kanibal.
Oleh karena itu, agar ayam hutan tidak stress, buatlah kondisi lingkungan kandangnya semirip mungkin dengan lingkungan dihabitat aslinya.

• Kandang ternak
Untuk indukan ayam hutan yang sudah mapan (tidak takut orang) dan sudah siap tangkar sebetulnya ukuran dan lokasi kandang tidak begitu mempengaruhi keberhasilan dalam beternak ayam hutan.
Yang menjadi masalah jika menggunakan kandang yang ukurannya kecil/sempit adalah keselamatan telur-telurnya karena kemungkinan terinjak dan pecah sangat tinggi.
Lokasi kandang yang tenang dan sepi memang diperlukan untuk indukan ayam hutan tangkapan hutan yang masih takut orang agar kedua indukan ayam hutan tersebut tidak stress dan bisa berkembang biak dengan normal.
Sedangkan untuk indukan ayam hutan yang sudah jinak atau yang dipelihara dari kecil, lokasi kandang yang ramai tidak menjadi masalah karena ayam hutan yang sudah jinak tidak takut lagi jika ada lalu-lalang orang disekitar kandangnya.

• Memilih indukan
Pilihlah indukan yang betul-betul sudah siap kawin. Untuk indukan ayam hutan jantan pilihlah yang sudah jinak, tidak takut orang, dan agresif terhadap keberadaan ayam lain (ayam kampung betina atau ayam hutan betina).
Indukan ayam hutan jantan harus berusia lebih tua dari indukan betina. Karena jika indukan ayam hutan jantan usianya lebih muda, biasanya indukan betina tidak mau dikawini dan cenderung akan menyerang indukan jantan.
Untuk indukan ayam hutan betina pilihlah yang sehat dan sudah siap kawin. Ciri-ciri indukan ayam hutan betina yang sudah siap kawin di antaranya sering bersuara kek..kek..kek dengan keras secara berulang-ulang, bahkan kadang juga mengeluarkan suara kokok seperti ayam jantan.
Selain itu, ciri-cirinya juga dapat dilihat dari sorot matanya yang berbinar-binar dan bulu-bulunya tampak rapi, halus, dan mengkilap.

• Pakan
Usahakan juga untuk memberikan pakan yang tidak jauh berbeda dengan pakan alaminya di alam bebas. Selain diberikan pakan berupa biji-bijian, berikan juga extra fooding (EF) seperti jangkrik, ulat hongkong dan cacing untuk memenuhi kebutuhan protein ayam hutan. Berikan juga sentrat untuk ayam petelur untuk merangsang indukan ayam hutan betina agar cepat bertelur.

Demikian sedikit informasi tentang "Cara beternak Ayam Hutan yang benar agar berhasil". Untuk informasi lain seputar Ayam Hutan, dapat dibaca pada artikel MBLUKNET yang lain.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Ayam hutan hijau jantan dan betina

Cara beternak Ayam Hutan yang benar agar berhasil