Halaman

    Social Items

Memilih burung cipoh atau sirtu jantan yang benar adalah hal pertama yang wajib harus anda ketahui ketika ingin memeliharanya, hal ini di karenakan burung sirtu jantan memiliki volume suara yang lebih keras serta memiliki variasi lagu yang lebih banyak di banding dengan yang berjenis kelamin betina.

Memilih burung cipoh atau sirtu jantan yang benar adalah hal pertama yang wajib harus anda ketahui ketika ingin memeliharanya

Burung sirtu / cipoh adalah burung pemakan serangga-serangga kecil, burung ini memiliki warna dominan kuning kehijauan yang sangat indah di lihat, meskipun memilki ukuran tubuh yang kecil, namun burung sirtu ini adalah burung tipe petarung yang akan menyerang lawan ketika memasuki wilayah kekuasannya dan biasanya para pedagang menjual burung bakalan / hasil tangkapan hutan ini secara ombyokan yaitu menaruh banyak burung dalam satu sangkar kemudian calon pembeli akan memilih berdasarkan keyakinan masing-masing.

Dulunya burung ini sangat mudah di temukan di kebun-kebuh ataupun di pekarangan rumah warga yang masih terdapat pepohonan, namun dari tahun ketahun seiring dengan penangkapan yang terus di lakukan, burung sirtu ini sudah lagi tidak terlihat di area perkampungan. Namun untuk di wilayah-wilayah tertentu seperti di hutan, burung sirtu masih banyak terlihat.

Meskipun burung jenis petarung, seperti halnya kacer, murai dan lain sebagainya, entah kenapa burung sirtu tidak memiliki kelas lomba atau tidak pernah diadakan perlombaan, tetapi yang jelas banyak dari para pecinta kicau yang sangat menyukai dan memelihara di rumah untuk di jadikan klangenan ataupun untuk masteran burung-burung lain.

Bagi anda yang ingin memelihara burung sirtu ini, sebaiknya memilih yang berjenis kelamin jantan, kerena memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak di miliki oleh sirtu betina. Untuk menentukan jenis kelamin sirtu jantan dan betina, anda bisa berpatokan pada ciri-ciri berikut ini:

Ciri-Ciri Sirtu Jantan
  • Burung sirtu jantan kepalanya lebih besar dan terlihat lebih datar
  • Di lihat dari warna lidah dan rongga mulut, untuk burung sirtu jantan dewasa berwarna hitam pekat sedangkan untuk sirtu muda warnanya merah kehitam-hitaman / merah tua.
  • Warna hitam pada sayap burung sirtu, untuk yang berjenis kelamin jantan warnanya terlihat lebih terang atau tidak kusam.
  • Sedangkan warna hijau di punggung sirtu jantan, warnanya terlihat lebih tua atau terlihat lebih gelap.
  • Ekor burung sirtu jantan akan telihat sering mengumpul dan terlihat lebih tebal
  • Jika diamati ketika bertengger, burung sirtu jantan akan terlihat lebih tegap.
Ciri-Ciri Sirtu Betina
  • Di lihat dari kepalanya, burung sirtu betina terlihat lebih kecil dan terlihat agak bulat.
  • Lidah dan rongga burung sirtu betina jika sudah dewasa warnanya keabu-abuan sedangkan jika umurnya masih muda warnanya akan terlihat putih.
  • Warna hitam yang terdapat di bulu sayap, warnanya memdar / kusam.
  • Warna hijau yang ada di punggung sirtu betina, terlihat lebih cerah
  • Ekor sirtu betina lebih serng mekar dan ketika mengumpul akan terlihat lebih tipis di banding yang jantan.
  • Ketika bertenger, burung sirtu betina akan tampak pendek dan cenderung membungkuk atau terkean tidak gagah.

Untuk Lebih Jelasnya, Anda Bisa Melihat Video Tutorila Berikut Ini


Ciri Ciri Burung Sirtu Jantan dan Betina yang Benar - Cipoh

Untuk membedakan jenis kelamin janta dan betina dari anakan burung sogon yang masih polos sebenarnya bisa di lihat dari beberapa ciri-ciri yang ada pada fisknya, perbedaan-perbedaan ini sangat manjur untuk di jadikan sebagai patokan untuk menegenali burung sogon anakan jantan yang masih polos.

Membedakan jenis kelamin burung sogon jantan dan betina ketika sudah berumur remaja ataupun yang sudah dewasa tentunya sangatlah mudah, karena burung sogon / sogok ontong jantan dewasa memiliki cirikhas warna bulu hitam di bawah dagunya dan warna hitam tersebut tidak akan di miliki oleh burung sogon yang berjenis kelamin betina. Lantas bagaimanakah cara mengenali burung anakan sogon jantan ketika bulu metalik hitam di bawah dagunya belum tumbuh? hal ini yang biasa di pertanyakan oleh beberapa penghobi kicau burung pemula.

Untuk membedakan jenis kelamin janta dan betina dari anakan burung sogon yang masih polos sebenarnya bisa di lihat dari beberapa ciri-ciri yang ada pada fisknya

Sebelum membahas lebih anjut tentang cara membedakan jenis kelamin burung sogon anakan, sebaiknya anda terlebih dahulu mengenal tentang burung ini. Burung sogon / sogok ontong ini juga biasa di sebut dengan burung madu sriganti atau dalam bahas latin di sebut dengan burung Nectarinia Jugularis. Di alam liarnya, burung ini sangat suka memakan nektar benalu, mengkudu, pepaya, dadap sertaserangga-serangga kecil, burung ini banyak sekali di temukan di pekarangan rumah, di perkebunan, hutan mangrove bahkan sering juga di temui di semak-semak dan terkadang membuat sarang di pohon-pohon yang rendah bahkan di semak-semak yang dekat dengan aliran sungai.

Burung sogon atau sogok ontong ini memiliki ukuran tubuh yang kecil sekitar kurang lebih 10 cm dan penyebarannya tidak hanya ada di indonesia saja, namun juga banyak di temukan di berbagai negara lain seperti Australia, Tiongkok, Filipina, Myanmar, Malaysia, Bangladesh serta Thailand. Di indonesia sendiri penyebarannya juga sangat luas yaitu hampir semua provinsi seperti di pulsu jswa, bali, kalimantan dan wilayah lainnya hampir bisa di pastikan terdapat burung ini, namun untuk beberapa wilayah seperti di jawa populasi burung sogon ini jumlahnya sangat sedikit karena seringnya di buru dan di perjual belikan oleh para pedagang.

Burung sogon / sogok ontong ini dulunya tidak ada yang menyukai namun semakin kesini burung sogon banyak di cari untuk di pelihara bahkan saat ini sering di jumpai kontes untuk kelas burung sogon. Selain untuk di jadikan gacoan lomba, burung ini juga sering di manfaatkan untuk di jadikan sebagai masteran burung lain.

Untuk mengetahui jenis kelain burung sogon / sogok ontong yang masih anakan, anda bisa berpatokan pada ciri-ciri berikut ini:

Ciri-ciri Anakan Sogon Jantan
  • Jika di lihat keseluruhan, warna bulu anakan sogon jantan warnanya terlihat lebih cerah dari pada yang betina.
  • Pada paruhnya terlihat lebih panjang serta memiliki warna hitam yang lebih pekat
  • Pada pangkal paruhnya akan berwarna oren jika burung masih sangt muda
  • Pada alisnya warnanya lebih cerah serta terlihat lebih pajang dan tebal.
  • Matanya terlihat lebih melotot
  • Kepalanya terlihat besar dan ceper
  • Kakinya terlihat lebih panjang
  • Saat bertengger, akan terlihat lebih tegap
  • Ekor burung sogon jantan anakan akan sering mekar.
Ciri Ciri Anakan Sogon Betina
  • Di lihat dari keseluruhan, warna bulunya akan lebih kusam
  • Pada paruhnya terlihat lebih pendek serta warnanya tidak terlalu hitam dan paruhnya lebih tipis.
  • Pangkal paruh warnanya kuning
  • Pada bulu alis, warnanya lebih kusam dan lebih pendek
  • Matanya terlihat sayu
  • Kepala terlihat lebih kecil dan tidak datar.
  • Kakinya terlihat lebih kecil
  • Saat bertengger, badannya terkesan tidak tegap
  • Ekornya akan sering mengumpul dan warnanya terlihat lebih kusam

Untuk Lebih Jelasnya, Anda Bisa Melihat Video Tutorial Membedakan Jenis Kelamin Anakan Burung SOGON Berikut ini


Cara Membedakan Anakan Sogon Jantan dan Betina Terbukti Akurat

Untuk mengobati bubul ayam yang susah sembuh sebenarnya bisa di obati dengan berbagai cara yaitu mulai dari pengobatan herbal sampai pengobatan / obat-obatan medis yang bisa di dapatkan dari apotik ataupun dari dokter hewan.

Untuk mengobati bubul ayam yang susah sembuh sebenarnya bisa di obati dengan berbagai cara yaitu mulai dari pengobatan herbal sampai pengobatan / obat-obatan medis

Penyakit bubul ayam sering menyerang pada ayam-ayam jenis petarung seperti bangkok, birma, vietnam dan lain sebagainya, hal ini di karenakan ayam-ayam petarung ini sangat riskan terjadi luka pada kakinya karena harus loncat-loncat untuk melancarkan serangan terhadap lawannya, apalagi jika tempat pertarungan banyak kerikil-kerik ataupun benda-benda keras lainnya, hampir bisa di pastikan kedepannya ayam akan terkena bubul Meskipun begitu, bubul ayam terkadang juga menyerang terhadap-ayam kampung.

Penyebab lain juga bisa di karenakan karena kandang ayam yang kurang bersih sehingga ketika terjadi luka di telapak kaki, ayam akan menginjak kotorannya sendiri dan mengakibatkan infeksi, meskipun bisa di kategorikan sebagai penyakit yang tidak berbahaya, namun untuk ayam kelas petarung hal ini tentunya akan sangat berakibat fatal yaitu bisa menjadikan ayam hilang mental ataupun jika kelamaan di biarkan berat badan ayam menjadi turun dan ayam menjadi mudah sakit.

Selama ini sudah banyak sekali di dengar bahwa mengobati bubul ayam bisa di lakukan dengan hal-hal berikut ini:
  1. Menggunakan Koyo Cabe : Cara mengunakannya adalah dengan membersihkan telapak kaki ayam menggunakan air bersih, sikat telapak kiki ayam menggunakan sabun dan bilas sampai bersih lalu keringkan. Setelah telapak kaki ayam kering,tempel koyo cabe di bubul ayam. Penggantian bisa di lakukan sehari sekali.
  2. Menggunakan Cuka Murni : Cara pengobatanya masih sama, yaitu bubul ayam di bersihkan menggunakan sabun atau alkohol, tunggu telapak kaki ayam kering dan teteskan cuka murni tepat di bubul ayam. Setelah itu, kaki ayam bisa di perban agar tidak terkena kotoran. Pengobatan bisa di lakukan sehari sekali
  3. Menggunkan Counterpain yang bisa di beli di apotik, cara pemakaiannya bubul ayam di bersihkan lalu diamkan agar telapk kaki kering, setelah kering oleskan counterpain tepat di bubul ayam. Pengobatan bisa di lakukan sehari sekali.
  4. Menggunakan Callusol, obat ini juga bisa di beli di apotik, cara pengobatannya adalah bersihkan telapak dan bubul ayam, tunggu sampai telapak kaki ayam kering lalu oleskan Callusol. Lakukan setiap hari sekali.
  5. Dengan cara operasi bubul : Cara ini bisa di katakan cara paling ekstrim yaitu mengangkat bubul dengan cara di operasi sendiri.
  6. Menggunakan Lem Alteco / Lem G : Cara ini yang biasa saya pergunakan untuk mengatasi bubul ayam, caranya cukup mudah yaitu membersihkan bubul ayam mengunakan sabun dan menyikat sampai kotoran yang ada di bubul bersih, diamkan sejenak sampai telapak kaki ayam benar-benar kering baru oleskan lem alteco tepat di luka / di bubul ayam. Setelah itu, tunggu lagi sampai lem benar-benar kering sebelum ayam di lepas kembali.

Untuk Lebih Jelasnya, Anda Bisa Melihat Video Tutorial Cara Mengobati Bubul Ayam Berikut Ini


Untuk mengobati bubul  pada kaki ayam dengan cara yang sudah kami bagikan ini, sebaiknya di lakukan / di ulang-ulang sehari sekali sampai ayam benar-benar sembuh dari penyakit bubul ayam, biasanya dalam waktu satu minggu, bubul ayam akan mengelepus dengan sendiri.

Cara Mengobati Bubul Ayam Di Jamin Sembuh Total (TERBUKTI)

Untuk bisa beternak semut rang-rang / nyangkrang agar berhasil dan mendapatkan kroto yang banyak, di perlukan tehnik-tehnik yang harus anda ketahui. Kroto merupakan extra fooding (EF) terbaik untuk burung kicauan karena memiliki kandungan protein yang tinggi.

Untuk bisa beternak semut rang-rang / nyangkrang agar berhasil dan mendapatkan kroto yang banyak, di perlukan tehnik-tehnik yang harus anda ketahui

Pemberian kroto secara rutin pada burung kicauan akan membuat burung lebih sehat, aktif dan rajin berkicau. Tapi sayangnya harga kroto termasuk cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis extra fooding (EF) lain seperti jangkrik, ulat hongkong, dan ulat kandang. Kroto adalah campuran telur dan larva yang dihasilkan oleh semut rangrang yang selama ini masih mengandalkan stok dari alam. Tapi karena stok dari alam bebas semakin sedikit karena terus diburu. Kini keberadaan sarang semut rangrang di alam bebas semakin langka, sedangkan permintaan pasar terus meningkat sehingga menyebabkan harganya terus mengalami kenaikan.

Tentu saja hal ini bisa menjadi peluang usaha yang cukup menguntungkan jika dapat membudidayakannya, mengingat sampai saat ini kroto masih jarang yang dibudidayakan oleh para peternak. Tapi tidak semua jenis semut bisa dibudidayakan dan bisa menghasilkan kroto yang biasa digunakan sebagai pakan burung atau ikan. Semut rangrang yang sudah berhasil dibudidayakan  adalah jenis Oecophylla smaragdina. Habitat semut rangrang ini tersebar mulai dari Asia hingga ke Australia bagian utara. Dan berikut ini tips yang bisa anda praktikan untuk buddaya kroto.

Untuk budidaya semut rangrang kita bisa menggunakan sarang buatan yang terbuat buat dari paralon, bambu, toples, botol air mineral atau yang lainnya. Adapun langkah-langkah persiapan untuk budidaya kroto adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan Bibit Koloni

Bibit koloni untuk budidaya kroto bisa didapatkan dari hasil tangkapan alam atau bisa juga membelinya dari peternak penyedia bibit.

2. Menyiapkan Kandang

Kandang untuk budidaya kroto bisa menggunakan potongan paralon, toples atau botol air meneral. Tempatkan sarang buatan untuk semut rangrang tersebut pada rak khusus yang pada bagian kaki-kakinya diberi air atau oli agar semut rangrang tidak merambat keluar dari rak tempat sarangnya. Rak juga jangan sampai bersentuhan dengan dinding atau benda lainnya karena bisa digunakan semut rangrang untuk merambat keluar.
Kandang harus diletakkan di tempat yang tenang dan jauh dari gangguan, karena ratu semut  rangrang membutuhkan ketenangan agar bisa bertelur dengan optimal. Kandang budidaya kroto akan lebih baik bila ditempatkan di ruangan yang tertutup.
Ruangan untuk menempatkan sarang-sarang tersebut juga harus selalu dalam kondisi agak gelap karena semut rangrang hanya membutuhkan intensitas cahaya sekitar 0,01-0,06 lm/m2 saja. Berikan daun-daunan dalam sarang untuk merangsang semut rangrang membuat sarang.


3. Menebar Bibit Koloni
Setelah rak dan sarang selesai disiapkan, langkah selanjutnya adalah meletakkan bibit koloni semut rangrang. Biasanya bibit koloni dijual dalam toples atau dalam botol plastik, dan untuk memindahkannya pada media paralon atau toples, cukup potong botol plastik atau buka toplesnya dan letakkan di atas tumpukan paralon atau didalam toples yang telah disiapkan sebagai sarang buatan.
Kemudian sediakan pakan, air bersih untuk mandi, dan juga air gula di sekitar sarangnya. Koloni semut rangrang dengan sendirinya akan berkeliaran dan mulai masuk kedalam sarang buatan yang telah disiapkan untuk bersarang. Setelah semut rangrang kerasan tinggal didalam sarang buatan, selanjutnya tinggal memberikan perawatan rutin agar koloni menghasilkan kroto dengan maksimal.

4. Pemberian Pakan

Jenis-jenis pakan yang dapat diberikan dalam budidaya kroto di antaranya adalah ulat hongkong, jangkrik, belalang, cecak dan hewan kecil lainnya. Bisa juga diberikan daging ayam yang telah direbus agar tidak membusuk dan berbau jika kelamaan tidak habis. Atau biar lebih irit bisa diberikan tulang-tulangan, tapi untuk pemberian tulang sapi atau tulang kambing harus dipecahkan dulu sampai sumsumnya keluar. Pakan-pakan tersebut bermanfaat sebagai asupan protein dan lemak bagi kroto.
Selain protein, budidaya kroto juga membutuhkan sumber gula. Di alam bebas semut rangrang mendapatkan asupan karbohidrat dari gula yang berasal dari nektar yang dihasilkan oleh kutu daun seperti aphid. Dalam budidaya kroto, karbohidrat disediakan dengan memberikan gula pasir yang dilarutkan dengan air.
Gunakan tatakan, bisa berupa nampan, piring plastik atau wadah lain yang bentuknya ceper. Letakkan pakan untuk semut rangrang seperti ulat hongkong, jangkrik, daging ayam atau tulang belulang dalam wadah tersebut lalu diletakkan pada rak disamping sarang semut.
Jika memberikan pakan hidup yang bisa melompat, seperti jangkrik sebaiknya dilumpuhkan dulu agar tidak bisa kabur. Atau bisa juga dimasukkan langsung kedalam sarang semut.
Sedangkan air gula diletakkan dalam wadah terpisah yang lebih kecil. Larutkan 1-2 sendok gula pasir dengan air bersih sekitar 200 ml. Biasanya air larutan gula akan habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni semut rangrang yang dipelihara.


5. Panen Kroto
Secara teoritis, telur semut rangrang memiliki siklus 15-20 hari, dari mulai telur kemudian menjadi larva dan menjadi semut. Pemanenan bisa dilakukan setelah sarang semut terlihat penuh dengan telur atau kroto yang berwarna putih. Pada media atau sarang yang telah stabil, selanjutnya kroto bisa dipanen setiap 15-20 hari sekali.
Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak dulu agar populasi semutnya bertambah banyak dan semut juga menjadi nyaman dengan sarangnya, setidaknya sampai 6 bulan pertama jangan dipanen dulu.
Kemudian setelah 6 bulan, pemanenan bisa dilakukan 2 kali setiap bulannya, atau bisa di atur agar bisa panen setiap hari dengan mengkombinasikan jumlah sarang dan siklus panennya.
Untuk melakukan pengambialan kroto dari sarangnya terlebih dulu siapkan wadah berupa baskom atau ember plastik dan siapkan juga saringan dari kawat ram diletakkan dalam wadah tersebut. Gunakan sarung tangan karet untuk menghindari gigitan semut.
Ambil media atau sarang buatan lalu tumpahkan isinya ke dalam wadah yang sudah diberi saringan kawat ram tadi. Kroto akan berjatuhan kedalam wadah sedangkan semut rangrangnya sebagian besar akan tersaring oleh kawat ram.
Setelah selesai dipanen, kemudian bersihkan media sarang semut dan letakkan kembali kawat ram yang berisi semut pada rak agar semut rangrang kembali ke sarangnya.

Cara Ternak Semut Rang Rang Agar Menghasilkan Kroto Banyak